
Bercerita mengenai adat budaya dan kepercayaan suatu daerah memang tidak akan pernah habis, masing-masing mempunyai adat dan budaya yang beragam dan sangat unik, adat dan budaya yang berkembang dalam suatu daerah sangat kuat sekali dipengaruhi oleh keyakinan atau kepercayaan yang diwarisi leluhurnya secara turun temurun, dan kebanyakan diantara kepercayaan yang mereka peroleh dari leluhurnya tersebut berupa dongeng, cerita tentang kisah-kisah yang dibubuhi dengan ajaran agama yang mereka anut, dalam cerita tersebut juga disampaikan pesan-pesan mengenai tatanan dan aturan dalam menjalankan hidup beragama.

Ada juga diantara cerita atau dongeng yang disampaikan, memuat para tokoh-tokoh yang mereka kagumi saat itu, dan para tokoh tersebut disimbulkan sebagai tokoh yang mewakili sifat-sifat karakter baik dan buruk, dengan tujuan agar para umat yang ada dalam kepercayaan ini dapat lebih mudah memahami ajaran yang disampaikan. Untuk mempekuat kepercayaan yang tumbuh dalam diri masing-masing umat, dikukuhkanlah peristiwa dalam cerita tersebut menjadi suatu peristiwa yang wajib untuk dikenang atau diingat, menjadi sebuah peringatan upacara ke agamaan yang sangat sakral.
Dan terbukti ternyata metode ini mampu diserap dan terus bertahan secara terus menerus hingga saat ini.
"HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN", hari raya ini merupakan salah satu hari raya terbesar yang dirayakan umat Hindu khususnya di Bali. Bagi masyarakat umum di luar B

Menarik memang, upacara ini tergolong cukup unik, dan menyimpan banyak sekali misteri tidak sedikit dari tatanan adat budaya dan kepercayaan Hindu yang berkembang di

Lebih lengkap dari peristiwa ini akan saya lanjutkan pada lain kesempatan, dalam kisah "Sri Maya Denawa" saya petik dari sebuah buku yang ditulis oleh "Rsi Bintang Dhanu Manik Mas, I.N. Djoni Gingsir, dalam bukunya yang berjudul "Sejarah Mitologi Hari Raya Galungan Dan Kuningan".